JENIS KALIMAT PADA ARTIKEL
ILMIAH BERBAHASA INGGRIS
Huda Kurnia
Maulana, Kukuh Dwi Pamuji dan Novita Octaviany
PRODI PENDIDIKAN
BAHASA INGGRIS, FKIP UNS
JL.
IR. SUTAMI NO.36 A SURAKARTA
email
: hudamaulana88@yahoo.com
Based on the number
of full predications, sentences are generally divided into four classifications
including simple sentence, complex sentence, compound sentence, and
compound–complex sentence. They are distinguished by the number and kind of
clauses within a sentence. A clause is a full predications that contains a
subject and predicate in the form of transitive or intransitive verb. There are two types of clauses, independent
and dependent. Independent clause is a clause that can stand alone as a
sentence and express complete thought in
intactly way, whereas dependent clause is a clause that can not stand alone as
a sentence and has a beginning word that makes the predication needs
independent clause for completing this clause. The combination of the two clauses,
independent and dependent, determine whether the types of sentence is simple
sentence, complex sentence, compound sentence, or compound – complex sentence.
This types of sentences are used in
academic writing to express the idea of writers. Our research is aimed to know
and analyze the kinds of
sentence are used in the academic writing and its proportion in that article. In
order to achieve the goal of research, we
took an article journal entitled
“English for Specific Purposes in the EFL Context: A Survey of Student and
Faculty Perceptions” by Chia-hsiu Tsao as an object to be
analyzed. Afterwards, we counted each type of sentence which are
constructed in that article. The result of the
analysis revealed that 183 sentences in this article are
stated
in the form of simple sentence, complex sentence, compound sentence, or
compound – complex sentence.
Keywords : Academic
Writing, Simple Sentence, Complex
Sentence, Compound Sentence, dan Compound – Complex Sentence.
Istilah kalimat
berasal dari Bahasa Latin sentential,
yang secara literal berarti pendapat atau perasaan. Dalam konteks gramatika,
istilah ini terfokus kepada ucapan yang mengungkapkan perasaan atau pendapat.
Dalam kaitan dengan fokus ini, menurut Verspoor dan Sauter (2000:33), kalimat adalah unit
bicara yang terdiri dari kata atau kelompok kata yang secara sintaksis
berkaitan,
yang mengungkapkan pernyataan, pertanyaan, pengharapan atau perintah . Dalam penulisannya, kalimat biasanya dimulai
dengan huruf kapital
dan berakhir dengan tanda titik, tanda tanya atau tanda seru.
Fabb (2005: 40), dalam bukunya berjudul ‘Sentence Structure’ menyatakan bahwa kalimat adalah representasi
dari ‘eventuality’. Sebuah
kalimat merepresentasikan sebuah kejadian atau peristiwa yang mungkin terjadi.
Kalimat dapat menggambarkan sebuah peristiwa dengan cara memisahkan tipe
kejadian satu dengan lainnya, dari sesuatu yang abstrak menjadi hal yang nyata
yang termasuk dalam eventuality.
Terdapat
beberapa sudut pandang dalam mengkategorikan kalimat. Frank, (1972:220)
mengklasifikasikan kalimat berdasarkan
tipe dan jumlah full predication yang ada pada kalimat tersebut. Dari
segi tipe,
kalimat bisa dibedakan menjadi kalimat tanya, kalimat perintah dan kalimat seru; sedangkan dari segi
jumlah full predication, kalimat dapat diklasifikasikan menjadi empat varian yaitu simple sentence, compound sentence, complex sentence dan
compound-complex sentence. Dalam
penelitian ini, peneliti hanya
memfokuskan
objek kajiannya berdasarkan cara yang kedua yaitu menentukan
jenis kalimat berdasarkan jumlah full predication-nya.
Seperti yang
telah dijelaskan di diatas,
jenis kalimat dapat diklasifikasikan
berdasarkan jumlah full predication-nya. Lebih lanjut, Frank menjabarkan klasifikasi
ini berdasarkan pada jumlah dan jenis klausa yang terdapat dalam kalimat. Klausa
dapat diartikan sama dengan kalimat, yaitu predikasi utuh yang berisi subyek
dan predikat dengan kata kerja yang terbatas. Terdapat dua jenis klausa, yaitu
klausa independen dan dependen. Klausa independen adalah predikasi penuh yang
dapat berdiri sendiri sebagai kalimat,
sedangkan klausa
dependen mempunyai kata awal atau pengantar khusus (subordinate conjunction) yang membuat predikat bergantung pada
klausa independen (Frank, 1972:222
).
Untuk
selanjutnya, klausa independen dinamakan sebagai induk kalimat, sedangkan
klausa dependen disebut sebagai anak kalimat. Induk kalimat adalah kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri,
terdiri dari subjek utama dan kata kerja
(Azar, 1999:267). Induk kalimat
mengungkapkan gagasan atau pemikiran secara utuh, tidak perlu mendapatkan
keterangan ataupun penjelasan dari kalimat lain. Anak kalimat adalah kalimat
yang tidak dapat berdiri sendiri dan harus mendapatkan penjelasan dari kalimat
lain (induk kalimat) agar kalimat tersebut menjadi utuh dan dapat mengungkapkan
gagasan dalam satu kesatuan pemikiran yang lengkap (complete thought).
Dari kombinasi induk-anak kalimat
ini, kalimat dapat dibedakan menjadi empat tipe (Robitaille dan Connely, 2006:281) yaitu :
1.
Simple
Sentence
Simple Sentence
adalah kalimat yang hanya mempunyai satu induk kalimat. Swick (2009:
1) menerangkan bahwa simple sentence adalah kalimat
pernyataan yang terdiri dari subjek dan predikat.
Kata kerja pada predikat dikonjugasikan
secara tepat untuk menjelaskan bentuk waktu yang spesifik.
Contoh:
Jacob walked to
the store
2.
Compound
Sentence
Compound Sentence adalah kalimat yang mengandung dua atau lebih induk kalimat
yang dihubungkan oleh koma dan coordinating
conjunction, titik koma atau titik koma dan conjunctive adverb. coordinating conjunction adalah kata
hubung yang paling banyak digunakan pada compound
sentence (Swick, 2009: 40).
Penggunaan
coordinating conjunction pada subject (noun dan pronoun) dapat
mempengaruhi penggunaan predicate yang
dibutuhkan. Bila dua noun atau pronoun digabungkan menggunakan coordinating conjunction ‘and’, mereka
membutuhkan plural verb; sedangkan
bila digabung dengan coordinating conjunction
‘or’ atau ‘nor’, maka
dibutuhkan singular verb yang mengacu
pada subject terdekat (Writing Skills Success in 20 Minutes a Day,
2005: 101)
Contoh:
Jacob
walked to the store, but he got a ride home
Jacob
walked to the store; he got ride home
Jacob
walked to the store; however, he got a ride home
1.
Complex
Sentence
Complex Sentence
yaitu kalimat yang mengandung sebuah induk
kalimat dan satu atau lebih anak kalimat.
Complex Sentence merupakan gabungan kalimat yang mengungkapkan hubungan
yang spesifik antara dua situasi dalam dua (atau lebih) klausa.
(Diessel, 2004: 41)
Contoh:
Although Jacob walked
to the store, he got a ride home
Jacob walked
to the store
although he got a ride home.
2.
Compound-Complex
Sentence
Compound-Complex
Sentence yaitu kalimat yang mengandung dua atau
lebih induk kalimat
dan satu atau lebih anak kalimat.
Contoh:
Although Jacob walked to the store,
he got a ride home, so he wasn’t late
for dinner.
Pada dasarnya, kalimat digunakan untuk
mengekspresikan ide, gagasan, pemikiran, perasaan, pengharapan dan sebagainya. Ekspresi
tersebut dapat dituangkan baik dalam bentuk oral
maupun written communication. Dalam
bentuk written communication, ide dan
gagasan seringkali di komunikasikan dalam bentuk artikel. Setiap artikel mempunyai
beberapa paragraf yang satu diantaranya merupakan paragraf utama, kemudian dikembangkan menjadi satu
artikel yang utuh dengan disertai kesimpulan di bagian akhirnya. Kesimpulan ini
merupakan rangkuman dari keseluruhan isi dari artikel tersebut. Pada sebuah artikel,
suatu gagasan dan pemikiran disusun dan disambungkan satu sama lain sehingga
menjadi suatu gabungan paragraf yang padu (Brandon, 2010:193).

0 comments